Indonesia No. 1 – Deforestation

Posted on Updated on


Recently I read an article of Guinness World Record awarded for Indonesia in Kompas.com.

Yet, the article actually discuss of the demonstration in front of Istana Merdeka/Presidential Palace by Greenpeace at this very moment.

You know media, they want to sell!

BTW, don’t worry, its Greenpeace, not some radical community. Feel free to roam around the Medan Merdeka street

 

buttonrainbow120x60

 

Here is the story…

The fellows from Greenpeace is asking for political commitment on saving the forest or in other words, to lower the cutting rate of the President – not sure which President, the candidates or the current one. Neither wise, this would be a good campaign for the running candidates, including the current one.

The issue raised in the movement was pretty creative. It says that Indonesia is the no. 1

Hahahaha, cool right!

Well, its actually no 1 in deforestation by burning down the forest which recorded in Guinness Book of Record 2008.

The record is not new. As fact the book was published in September 2007 from findings in March 2007.

Guess who nominate it……!

 

light-bulb-brain-teaser

 

You were right, its Greenpeace. In my PoV, I would say HORRAY!     I too have concern over such matter.

In the end, we all get the impact. This burning hot weather is as a result of deforestation. The neighbouring country, Malaysia frequently held public holiday in certain state due to Indonesia forest burning due to the haze that covers the whole city and thus makes visibility almost zero. Ironic it is.

More ironic is that, you know, this kind of record is truly embarrassment. On developed countries, with something like this, you can burn down the whole Forestry Department instead.

 

STOP TREE CUTTING    STOP TREE CUTTING    STOP TREE CUTTING    

 

After raising such issue at Istana Merdeka, they now moved to Monas where they are forming a SOS sign made from human. Dont be spooked though!

What being meant is that the fellows are forming a formation to set such words. Around 60 people participate on the human banner. 

In my opinion, this is very creative as compared to other demonstration has been held so far. On other movement/demonstration, the participant only stand or walk while yelling and raising the banners & posters

Here is the pics captured from top of Monas, the tower of our nation pride. 

 

New Zealand, Auckland. banner with umbrellas2.preview

 

Well then – BRAVO GREENPEACE. Hope the elected President, whether it’s the current one or another one will have focus on forestry and other environmental issues.

 

Here is the article from Greenpeace website.

Indonesia layak peroleh Rekor Dunia sebagai Penghancur Hutan Tercepat

JAKARTAIndonesia — Indonesia menghancurkan kira-kira 51 kilometer persegi hutan setiap harinya, setara dengan luas 300 lapangan bola setiap jam – sebuah angka yang menurut Greenpeace layak menempatkan Indonesia di dalam the Guinness Book of World Records sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia.

Angka tersebut diperoleh dari kalkulasi berdasarkan data laporan ‘State of the World’s Forests 2007’ yang dikeluarkan the UN Food & Agriculture Organization’s (FAO). Menurut laporan tersebut sepuluh negara membentuk 80 persen hutan primer dunia, dimana Indonesia, Meksiko, Papua Nugini dan Brasil mengalami kerusakan hutan terparah sepanjang kurun waktu 2000 hingga 2005. “Tingkat penghancuran hutan yang luar biasa ini membuat Indonesia layak untuk
masuk ke dalam the Guinness book of World Records bergabung dengan Brasil yang saat ini memegang rekor kawasan deforestasi terluas di dunia,” ungkap
Hapsoro, Juru Kampanye Hutan Regional, Greenpeace Asia Tenggara. 

“Angka terbaru ini mencerminkan tidak adanya keinginan maupun kemampuan politis dari pemerintah Indonesia untuk menghentikan kehancuran hutan yang sudah sangat parah ini. Serangkaian bencana alam yang terjadi beberapa tahun terakhir ini seperti banjir, kebakaran hutan, longsor, kekeringan, erosi besar-besaran semuanya berhubungan dengan parahnya keadaan hutan kita. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh konsesi dan perkebunan telah menobatkan Indonesia sebagai negara pengemisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia,” tambah Hapsoro. Untuk menyampaikan pesan tersebut diatas, hari ini aktifis Greenpeace yang berperan sebagai penebang hutan membabat habis dengan chain-saw dinding kayu sepanjang 20 meter yang merupakan simbol hutan Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Supporter Greenpeace, selebriti, politisi serta musisi ikut berpartisipasi pada acara ini.

Menurut FAO, angka deforestasi Indonesia tahun 2000-2005 mencapai 1.8 juta hektar/tahun. Angka ini lebih rendah bila dibandingkan dengan angka resmi yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan yaitu 2.8 juta hektar/tahun. Indonesia masih dibawah Brasil yang menempati tempat pertama dengan kerusakan 3.1 juta hektar per tahun, dengan gelar kawasan deforestasi terbesar di dunia. Namun karena luas kawasan hutan total Indonesia jauh lebih kecil daripada Brasil, maka laju deforestasi Indonesia menjadi jauh lebih besar. Laju deforestasi Indonesia adalah 2% per tahun, dibandingkan dengan Brasil yang hanya 0.6%.

“Hal yang sangat diperlukan saat ini adalah moratorium bagi industri dan kegiatan logging di seluruh Indonesia untuk melindungi apa yang masih tersisa dari hutan kita. Tekanan public diperlukan untuk mendesak pemerintah untuk menyadari betapa dahsyatnya masalah ini, dan untuk segera mengambil tindakan. Oleh karena itu kami juga mengajak semua warga Indonesia untuk menjadi Forest Defenders (1), dan menuntut dihentikannya semua kegiatan industri logging skala besar dan merusak yang bertanggung jawab atas hancurnya hutan kita dengan kecepatan yang luar biasa,” jelas Hapsoro lebih lanjut.

“Rekor ini bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan oleh bangsa Indonesia, namun hal ini masih dapat diperbaiki. Kita masih dapat membanggakan banyak hal dari negara kita. Kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 18,000 pulau. Kita mempunyai keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, dan merupakan daerah resapan karbon penting bagi dunia. Sekarang waktu yang sangat tepat bagi masyarakat Indonesia agar bertindak untuk menuntut pemerintah menghentikan kerusakan hutan kita!,” tambahnya.

Greenpeace adalah organisasi kampanye yang independen, yang menggunakan konfrontasi kreatif dan tanpa kekerasan untuk mengungkap masalah lingkungan hidup, dan mendorong solusi yang diperlukan untuk masa depan yang hijau dan damai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s