Indonesia General Election – Uncool ad!

Posted on Updated on


Read an article today on a President Candidate ads which has been rejected by several TV station.

Well, lets not get subjective.

A big question mark arrive on why the commercial is misleading and why it discredit certain side.

Of course goods price will be higher now due to inflation. Being objective, the current state of economy and political stability are at the most among these years – after the reformation. As fact, in ciew of global economic slowdown, our GDP still grow 1.1% in 1Q 2009 as compared to 4Q 2008 which countris such as Singapore reported 9% decline on QoQ GDP performance. Indonesia is expected to rise

With the flow of advertisement gives impression that if the respective candidate is chosen, things will straighforwardly jump to excellence.

No, it can’t be, there will always a process take place. This of course has been a logical understanding for educated people.  Given such presentation, as fact will spoil people sympathy. However focus on the state of the society in Indonesia where majority of population is lacking of vision & education, this ad could and definetly will work.

Here is one of the ad for your viewing pleassure.

4 Seri Iklan Mega-Prabowo Ditolak Stasiun TV, Intervensi?

JAKARTA, KOMPAS.comEmpat dari 7 seri iklan televisi pasangan capres-cawapres PDI Perjuangan dan Gerindra, Megawati-Prabowo, ditolak sejumlah stasiun televisi untuk menayangkannya. Empat seri tersebut bertitel “Bangkrut”, “Mencintai”, “Harga”, dan “Pekerjaan”.

Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto, mengatakan, alasan yang diajukan adalah iklan tersebut dinilai berisi kritikan. “Memang ada iklan yang mengkritik. Tapi kritik itu juga bagian dari pendidikan politik, tapi 3 stasiun televisi menolak dengan berbagai alasan. Kami juga sadar, kalau mengkritik terlalu vulgar, rakyat tidak senang,” kata Hasto di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

Berikut ini adalah cuplikan salah satu iklan milik pasangan Megawati-Prabowo berjudul ‘Harga’ yang ditolak penayangannya tersebut. Cuplikan iklan tersebut saat ini dapat disaksikan di situs video YouTube.

Hasto mengungkapkan, ada kejanggalan atas penolakan tersebut. Setelah dilakukan pembicaraan, ada pula pengakuan bahwa stasiun televisi tersebut menerima telepon yang meminta agar menolak iklan Mega-Prabowo.

“Ada yang mengakui bahwa ada telepon kepada media elektronik tersebut sehingga iklan kami yang sudah lulus sensor ditolak. Padahal sudah diorder, dan tinggal pembayaran,” ungkap Hasto.

Ia mengakui, timnya menangkap indikasi intervensi dari tim kampanye pasangan tertentu terhadap pihak stasiun televisi yang bersangkutan. Mengenai apa yang akan dilakukan timnya atas hal ini, Hasto mengaku masih akan membahasnya di tim kampanye. “Tapi, itu merupakan risiko kami sebagai yang bukanincumbent,” ujarnya.

Source: Kompas.com, 17 June 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s